The Facebook & Twitter Premier League (July 2010) | Digital Sport

Grac-athletisme.com – Klub-klub Liga Inggris akan melakukan boikot media sosial. Rencananya, boikot itu akan dimulai pada Jumat (30/4) pukul 21:00 WIB hingga Selasa (4/5) pukul 05:59.

Gerakan boikot ini juga akan dilakukan oleh segenap pihak sepak bola di Inggris dan Eropa. Football Association (FA), LMA, PGMOL, Kick It Out, FSA, hingga UEFA ikut melakukan boikot media sosial serupa.

Mereka melakukan ini untuk membangkitkan kesadaran tentang serangan ujaran kebencian secara online. Terutama, agar pihak-pihak perusahaan media sosial terlibat lebih banyak dalam menghadapi ujaran kebencian yang ada di web.

Sedihnya, banyak pemain yang menjadi target ucapan kebencian dan rasialisme di musim 2020/21 ini. Mulai dari Anthony Martial dan Marcus Rashfod di MU hingga Trent Alexander-Arnold dan Naby Keita di Liverpool yang menjadi korbannya.

Chief Executive Officer Premier League, Richard Masters, mengatakan perilaku semacam itu tidak dapat diterima. Ia menyuarakan agar perusahaan media sosial untuk lebih aktif dalam menyetop ucapan kebencian, rasialisme, dan diskriminatif di platform mereka.

” Perilaku rasialisme dalam bentuk apapun tidak dapat diterima. Kelakuan menjijikkan yang diterima para pemain di media sosial ini tidak boleh dibiarkan berlanjut,” ucap Masters, dikutip dari Objective International.

” Premier Organization dan klub-klub kami berdiri bersama untuk melakukan boikot demi menggarisbawahi pentingnya para perusahaan media sosial lebih aktif mengeliminasi hal ini.”

“Kami tidak akan berhenti mendorong perusahaan media sosial agar terjadi peningkatan dalam kebijakan mereka dalam menekel ujaran kebencian,” tambahnya.

Menurut BBC Sport, aksi ini muncul tiga pekan setelah Swansea mematikan media sosial mereka selama seminggu. Langkah itu muncul setelah sejumlah pemain Swansea menjadi sasaran ujaran ucapan kebencian.

Tak lama kemudian, Birmingham City dan Rangers mengikuti langkah Swansea untuk melakukan boikot media sosial.

Sementara, pihak Pemerintah Inggris juga sudah bergerak untuk melawan ujaran kebencian di media sosial. Inggris mengancam akan menjatuhkan denda miliaran poundsterling kalau perusahaan media sosial gagal menyetop hal tersebut.

Facebook sendiri menyatakan telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi hal tersebut.

Instagram, yang dimiliki Facebook, mengumumkan fitur untuk secara otomatis membuat user tidak bisa melihat komentar menyerang dari orang yang mereka tidak comply with.

Nantinya, aksi boikot ini akan dilakukan oleh tim pria dan wanita dari Liga Inggris. Artinya, tidak akan ada suguhan konten-konten menarik dari Premier Organization untuk empat hari ke depan.

By ambon

Leave a Reply