Maverick Viñales (@mvkoficial12) | Twitter

Grac-athletisme.com – Maverick Vinales meraih podium pertama pada balapan MotoGP Qatar 2021 di Sirkuit Losail, Minggu (28/3/2021) atau Senin dini hari WIB. Pebalap Monster Energy Yamaha itu menyelesaikan 22 lap di trek yang memiliki panjang lintasan 5,4 kilomoeter itu dengan catatan waktu 42 menit 8,663 detik.

Vinales finis di depan duo Ducati, Johann Zarco (Pramac Racing Ducati) dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo). Perjalanan Vinales menuju podium pertama pada MotoGP Qatar 2021 sebenarnya tidak mulus-mulus amat.

Dia start dari posisi ketiga. Namun, pada tikungan pertama, Vinales disalip pebalap-pebalap di belakangnya hingga melorot ke urutan lima.

Dengan perlahan tapi pasti, rider berkebangsaan Spanyol itu akhirnya bisa merangsek ke barisan depan. Pada lap ke-15, Vinales mengambil alih jalannya balapan dari Bagnaia dan dia bisa mempertahankan posisinya hingga finis.

“Saya sangat bersyukur, karena menang itu tidak mudah, jadi kita akan menikmati hari ini,” ucap Vinales, seperti dikutip dari laman Yamaha MotoGP, Senin (29/3/2021).

“Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada tim, karena kami melakukan pekerjaan dengan baik musim dingin ini,” tutur Vinales. “Menurut saya kemenangan ini sangat baik untuk moral tim, karena selalu penting untuk mempercayai diri sendiri,” imbuhnya.

Kemenangan ini otomatis mengantarkan Vinales ke puncak klasemen MotoGP dengan koleksi 25 poin. Bukan hanya itu, hasil positif yang diraih Vinales juga sekaligus merusak romantisme antara Ducati dan Sirkuit Losail.

Sebelumnya, Ducati selalu memenangi balapan pada musim 2018 dan 2019 lewat kontribusi Andrea Dovizioso. Sebagai catatan, pada 2020, race kelas utama MotoGP di Sirkuit Losail tidak digelar karena pandemi Covid-19.

Image

Maverick Vinales adalah pebalap kelahiran Figueres, Spanyol, 12 Januari 1995. Dia mengawali kiprahnya di ajang balap motor dengan menjuarai seri 125 cc Catalan Champion pada 2007 saat usianya baru 12 tahun.

Sinar Vinales makin terang ketika dia mampu menjuarai dua kompetisi balap sekaligus, yakni CEV Buckler 125GP dan European 125GP Championship.

Pada 2011, Vinales terjun ke dunia Grand Prix dengan berkompetisi di kelas 125cc dan mendapat gear Rookie of The Year di akhir musim saat usianya menginjak 16 tahun.

Setahun kemudian, kelas 125cc berganti nama menjadi kelas Moto3. Pada musim keduanya ini, Vinales mengalami performa yang cukup fluktuatif.

Pada akhir musim tersbut, Vinales menempati peringkat ketiga klasemen dengan torehan lima kemenangan. Vinales akhirnya berhasil menjadi juara dunia pada musim ketiganya di Moto3 atau tepatnya pada 2013. Dia memenangi persaingan dengan Luis Salom dan Alex Rins.

Setelah juara di kelas Moto3, Vinales naik kelas ke Moto2 pada 2014. Secara mengesankan, dia mampu menjuarai tiga seri dan kembali dinobatkan sebagai Rookie of The Year di musim pertamanya.

Dengan pencapaian yang gemilang sepanjang kariernya, Vinales hanya satu tahun berkecimpung di Moto2.

Tahun berikutnya, Vinales naik kelas ke MotoGP. Dia membela tim Suzuki yang saat itu baru kembali berkompetisi di MotoGP setelah bertahun-tahun absen. Musim perdana Vinales di MotoGP tak berjalan mulus.

Dia depapan kali finis di luar 10 besar dan dua kali gagal menyelesaikan balapan dari 18 race. Vinales menutup musim 2015 dengan beada di peringkat ke-12 klasemen pebalap MotoGP.

Selanjutnya, musim 2016 menjadi tahun kebangkitan Vinales dan Suzuki. Dengan berbagai pengembangan yang membuat mesin motor GSX-RR lebih bertenaga, Vinales mulai mencuri perhatian.

Pada akhir musim tersebut, pebalap dengan nomor start 12 itu menempati peringkat empat klasemen pebalap. Musim berikutnya, Vinales dikontrak tim Movistar Yamaha untuk mengisi kekosongan Jorge Lorenzo yang membelot ke Ducati.

Di tim barunya itu, Vinales berduet dengan Valentino Rossi. Selama membela pabrikan Yamaha, Vinales tidak pernah keluar dari lima besar klasemen akhir pebalap, kacuali pada musim 2020.

Pada 2020, Vinales hanya menempati peringkat keenam. Berbagai masalah motor YZR-M1 yang ditungganginya menjadi penyebab Vinales tidak maskimal. Vinales masih bertahan bersama pabrikan Yamaha hingga saat ini, tetapi rekan duetnya bukan Rossi lagi, melainkan Fabio Quartararo.

By ambon

Leave a Reply